Show Mobile Navigation

Artikel Terkini

Berlangganan Artikel Kuljar Via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pendaftaran

Tukar Link



Sekolah Paket- A-B-C


Blog Tanaman Obat

tea-and-healthy
PT Kipti
Mocafi

Kultur-ITB


Kumpulan Bisnis Online

Qittun Blog

Ningtyas Indri
MyLearningdays
Emilia SP
Knowvie

AL-ZAHRA Indonesia
Pamulang.Net

caissonlabs.com


Direktori Website Indonesia



dir.web.id


blogguebo

Free Submit Directory

engineeredpoetry
Kolom-Tutorial - Kang Rohman
arlina100
maseko.com
Math and Me
Waroeng Betawi
Keluarga Olie Anwar
heniodori
AL-ZAHRA Indonesia
Susilo
Rudy H. SMK Kuningan
BASKORO ADI PRAYITNO
Almadury Ngeblog
dadaptree.com
hakimtea.com
Pamulang.net
viladago.blogsome.com
DEPDIKNAS
JARDIKNAS.ORG
::Blogger DIKNAS Banten::
::Blogger JARDIKNAS::
Blog-Indonesia
Khomsurizal - MEDIA BANTEN
SUNDAPOST
poetramahardika
Hera-ku
Bunda Cantik Azra
mybiz-mymoney
Herry-08
Fajar Kencana
Jendela Hati
pojokguru.com
Bawean Termenung
Kesehatan membawa Barokah-Buyay
nakatsu-senpai -What I Like? I like
Agungosx
Azies.Co.Cc
net'blog - IFAT
Aku dan Duniaku
Kris - TIPS dan TRICK
Islamic-Oase, Mursalin Maroko
Final Fantasy Planet
Jendelahati
Sehatbarokah
Marsudiyanto
Paddi99
bloggeraddicter
Blogger-Pesta
River Maya
Raja Pribumi
Infoku
Practical Blogging - Robyn Tippins
Gaming and Tech - Robyn Tippins
a Healthy Balance - Robyn Tippins
budhe Fakhrun
SmartAlzind - Al-Zahra
Firmansyah AL-Zahra
Bu Ety - Al-Zahra
Amalia Savira - Al-Zahra
Suci Hamidahsyari - Al-Zahra
Delina -Bakos Al-Zahra
Bunda Ririe
Muditayasa
CORETANKU - Hamidz
Informasi Computer & Internet - TITO
Pit and Put - Saefudin Amsa
Tamsil Islami - Orenk's Blog
Kula Gotra Pasek Trunyan, Desa Tamblang
adiWidget - Blog
herveendoank - Tips & Trik Komputer
defantri - Mathholic
Kumagcow
Khalid Mustafa.info
Gatot HP 2000
Karbazon
rachordbilly-raka
Palembang Daily Photo
selinatankersley
Wahyubmw
deafiyanti -Serua, Ciputat
Lawak Jenaka
Panduan Guru-Guru Malaysia
lawak-jenaka
Kumpulan Bisnis Online
cahaya-cahayaku
The Path of Successfull Life -irma14
Remixmax
Humorbendol
www.jakartateachers.com
dppfgii
SuccessFulteaching
Blog GenerateFreeTraffic OnlineMoney
Wong Deso Dan Bodoh Yang Lagi Belajar Mencari Ilmu
Gadget Information
Serpong.org
onestopadvertising-itsolution
awan-smith

maskwarta.blogspot

bas-rul

muhammad-rifqi

googleadsensemania

Komuntas Bogger Banten

Smart Money
Karbazon
lifestyleguide.us
zilafima
slam.co.nr
Tinung Indosat
Maskwarta
Gatot HP
Red Secret Diary
Mas Wigrantoro Roes Setiadi
Ignition Start
fatihsyuhud
nenen.bravejournal
riasmaja
rflowers.wordpress
thobingsunarya
Budiawan-Hutasoit
Masyarakat Telematika
World TV PC
best-voip-service.info
judotenslab
BLOGPOP Org
addwebsitefree
Evelin Avimar
Aliwarto Golekbolo
http://umbultech.com/
Amalkann Nasution
Putri Adrian
jeunellefoster
Telecommunication Stuff
sound-gear.info
quickblogdirectory
Fairu.com >> Website Directory
Are You INTO TECHnology?
Dmegs Web Directory
hampshire shop property
Blog Directory
lancashire business for sale
Free Blog Directory
MyBlog2u.com - Blog Directory

Blogoriffic.com
bloghop.com
Blog Search Engine
dir.web.id

felixsdp

Page Rank Checker
Computer, Software and Internet
tikabanget.com
Ndoro Kakung
estamosdeacuerdo.org
amsatprovider
Kamus Tradisional

Cordis.europa.eu

Veri Art Shools

Veri Art

Dunia Komputer

Langit-langit.com

Lagu Enak

trubus-online.co.id

Candi Orchid

Anggrek Org

* Desi Damayanti
* Tabita
* Desi Damayanti Skin Care
*
Tabita Skincare
* Info Tabita Skincare Asli
* Facebook Tabita Skincare Desidamayanti

Latest In

13 April 2018

PELATIHAN KULTUR JARINGAN ESHA FLORA

Azizah Zahra - Friday, April 13, 2018
Oleh
Ir. Edhi Sandra MSi
Ir Hapsiati
Azizah Zahra S Hut
Pendahuluan
Esha Flora di didrikan oleh Edhi Sandra dan Hapsiati. Dalam perjalanannya sudah banyak pengalaman terkait pelatihan kultur jaringan tanaman, baik yang dilakukan di IPB maupun di Esha Flora. Pelatihan-pelatihan tersebut sudah dimulai sejak 1996 (di IPB), banyak peserta pelatihan tapi sedikit sekali yang mampu melaksanakan dan memulai kultur jaringan tanaman. Kebanyakan yang berhasil adalah memang para pelaku kultur jaringan dari perguruan tinggi, litbang maupun swasta yang sudah memiliki laboratroium kultur jaringan.
Masalahnya perguruan tinggi, libang atau pemda yang sudah memiliki laboratoium kultur jaringan sudah sibuk sendiri-sendiri dengan programnya , dengan risetnya dan tanaman yang dikulturkan. Banyak masyarakat yang menginginkan mengkulturkan tanaman tertentu tidak terakomodir keinginannya. Dan mereka mau membuatnya juga sangat sulit memulainya dari mana.
Potensi Tanaman Eksotik Komersial
Disamping itu banyak peluang agribisnis yang sangat potensial prospeknya seandainya dapat dilakukan kultur jaringan tanaman unggulnya. Tapi banyak keinginan masyarakat tersebut tidak terpenuhi. Disamping itu seandainya mereka memang mempunyai keinginan kuat untuk mewujudkannnya, tapi justru pelatihan yang dapat mengantarkan mereka sampai pada berjalannya laboratorium kultur jaringan dengan baik sangat langka. Banyak pelatihan yang di buat hanya sekedar memperkenalkan kultur jaringan saja. Sangat tidak memadai untuk dapat memulai usaha berbasiskan kultur jaringan.
Pengalaman mengoperasionalkan laboratorium kultur jaringan sekala rumah tangga sejak tahun 2004 membuat Esha Flora memahami dengan benar permasalahan yang timbul dan akan dihadapi dalam pengelolaan lab kuljar. Di tambah dengan memang dasar keilmuan dari pemilik Esha Flora adalah kultur jaringan, maka dipahamilah bahwa terlalu banyak pernik-pernik kecil yang akan sangat mengganggu dalam pelaksanaan operasional laboratorium kultur jaringan seandainya kita belajar dari nol. Hambatannnya kecil, masalahnya sepele tapi karena kita tidak tahu dengan baik bagaimana menanggulanginya maka permasalahan tersebut dapat menjadi besar bahkan akan dapat menggagalkan rencana pengembangan laboratorium kultur jaringan.
Tujuan dan Pekat Pelatihan Esha Flora
Untuk keperluan itulah maka berdasarkan masukan dari para peserta pelatihan yang sudah mencapai ribuan orang disusunlah paket pelatihan yang memang diperuntukan bagi para pihak yang memang benar-benar ingin mengembangkan laboratorium kultur jaringan. Dalam penyusunan paket pelatihan ditentukan tujuannya terlebih dahulu yaitu:
1. Dapat dijadikan pegangan dan acuan bagi para pihak yang akan mengembangkan laboratorium kultur jaringan
2. Dapat dilaksanakan oleh siapa saja walaupun backgorundnya bukan sarjana pertanian
3. Tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar dan dapat dilaksanakan dengan kondisi yang serba terbatas.
4. Metode yang digunakan haruslah metode yang daoat dilaksankan dalam kondisi serba sederhana dan biaya relative murah.
Oleh sebab itulah maka dibuat paket dengan ketentuan sebagai berikut:
1 paket pelatihan harus detail agar para peserta walaupun bukan background pretanian akan mampu melaksanakannya.
2. paket harus lengkap dari awal sampai akhir agar dapat memberikan rangkaian yang lengkap dan global.
3. paket harus jelas, prinsip dan pakemnya sehingga peserta dapat mengantisipasi bila ada permasalahan.
4. paket harus mampu memeberikan bekal yang memadai mengenai ilmu-ilmu yang terkait seperti, media tumbuh, sterilisasi, kontaminasi, pertumbuhan tanaman, hormone,
5. paket harus dibekali dengan trik dan tip agar peluang keberhasilan dapat lebih besar bagi para peserta.
6. Paket harus memberikan kesempatan bagi para peserta untuk merasakan pelaksanaan setiap tahapan agar dapat memahami dan mengerti permasalahan yang dihadapinya.
7. paket harus dapat berfungsi sebagai “pancing” sehingga peserta dapat mengkulturkan berbagai jenis tanaman.
Berkaitan dengan itu maka disusunlah paket pelatihan Esha Flora khusus bagi para pihak yang memang benar-benar akan mengembangkan kultur jaringan. Muatan yang sangat banyak maka paket pelatihan menjadi sangat padat dan cukup lama yaitu 4 hari dari jam 09.00 sampai jam 16.00. Dan sistem pelatihan dibagi menjadi 2 macam yaitu diskusi mengenai pengalaman, trik dan tip serta strategi pengembangan kultur jaringan. Dampaknya adalah biaya pelatihan menjadi membengkak yaitu 6juta untuk yang privat professional, dan 4juta yang regular.
Paket Pelatihan Privat Profesional dan Reguler
Paket Pelatihan Privat professional adalah suatu paket pelatihan yang pesertanya boleh atau hanya satu aorang atau lebih denganfocus atau tujuan yang sama sehingga di dalam pelatihan tersebut benar-benar dibahas materi atau topic yang diinginkan oleh peserta yang mau mengembangkan laboratotrium kultur jaringan
Pada paket pelatihan regular, pelatihan tetap lengkap dan global tapi karena pesertanya beragam dan lebih dari satu maka dalam pelaksanaannya kami tetap berusaha mengakomodir berbagai macam topic atau jenis tanaman yang mau dikembangkan, dan masing-masing dapat mencobakan jenis tanaman yang akan dikembangkan tersebut. Tapi tetap saja karena berbarengan maka setiap peserta menajdi tidak mendapat dengan lengkap dan detail semua hal terkait jenis tanaman yang akan dikembangkan.
Banyak Pihak Kaget Dengan Paket Pelatihan Esha Flora
Banyak para pihak atau masyarakat yang secara umum tidak terlalu memahami kultur jaringan tanaman dan tertarik dengan promosi yang ada, tapi begitu tahu harganya banyak diantara mereka yang mundur. Ya kami menyadari bahwa memang banyak pihak lain yang mengadakan pelatihan kultur jaringan dalam waktu yang singkat dan biaya yang murah, tapi dengan sistem pelatihan seperti itu maka sebenarnya tujuannya hanyalah sekedar untuk mengetahui peluang apa saja yang dapat dilakukan oleh kultur jaringan. Apakah kultur jaringan dapat dilakukan untuk tanaman yang sedang dikembangkan dan sebagainya. Dalam hal ini mereka adalah para pihak yang baru akan mejajagi manfaat kultur jaringan, bukanlah para pihak yang memang sudah mengetahui fungsi dan manfaat kultur jaringan tanaman dan benar-benar ingin mengembangkan kultur jaringan untuk mendongkrak usaha agribisnis yang sedang dijalankan.
Bagi para pihak yang akan mengembangkan laboratorium kultur jaringan dan agribisnis berbasiskan kultur jaringan, maka minimal sudah merencanakan dan memperkirakan biaya yang diperlukan untuk pengembangnnya. Biaya yang Esha Flora tawarkan adalah nilai yang tidak ada apa-apanya bila dibanding teknologi yang akan mereka kuasai dan dapat mengkulturkan berbagai jenis tanaman yang mereka inginkan. Dengan teknologi kultur jaringan tanaman banyak hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan, termasuk memproduksi bibit unggul 100% sebanyak yang diinginkan (tinggal direncanakan saja), dan tidak tergantung pada musim dan iklim (lingkungan).
Program Transfer Teknologi Esha Flora
Bagi para pihak yang ingin cepat dan lancar, tidak ingin menemui hambatan dalam proses awal pembentukan laboratorium kultur jaringan sampai dengan berjalan produksi bibit unggul dan aklimatisasi, maka dapat mengambil program Transfer Teknologi yaitu suatu paket yang terdiri dari beberapa kegiatan yang pada intinya akan mendampingi perusahaan agar semua pelaksanakan kultur jaringan dapat dilaksanakan di perusahaannnya
Rangkaian Kegiatan Transfer Teknologi Kultur Jaringan:
1. Perencanaan dan pembangunan lab
2. Pengadaan alat dan bahan laboratorium kultur jaringan
3. Pelatihan tenaga kultur jaringan tanaman (1 supervisor/ sarjana)
4. Magang tenaga kultur jaringan (2 laboran/ level SMK/D3)
5. Pengoperasionalan lab kultur jaringan perusahaan
6. In House Training di Perusahaan
7. Pendampingan selama 6 hari terdiri atas 4 kali
8. Supervisi sebanyak 4 kali
9. Laporan dan Hasil
Pelatihan Esha Flora Bagi Masyarakat Umum
Esha Flora sebagai lembaga yang berusaha untuk memasyarakatkan teknologi kultur jaringan berusaha agar kultur jaringan dapat dikenal luas oleh masyarakat. Oleh sebab itulan maka Esha Flora bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melakukan kultur jaringan dengan harga yang sangat terjangkau, misalnya Esha Flora bekerjasama dengan IUPB dalam pelatihan kultur jaringan untuk anak-anak sekolah. Esha Flora bekerjasama dengan Trubus untuk pelatihan kultur jaringan singkat (1 hari). Esha Flora bekerjasama dengan berbagai kelompok Tani dan LSM untuk pelatihan berbagai kelompok masyarakt dll.
Esha Flora juga melakukan “Open Laboratorium” setiap hari sabtu jam 09.00 sampai jam 12.00. dengan tujuan agar berbagai pihak dan masyarakat yang ingin melihat kultur jaringan skala rumah tangga dapat langsung datang ke Esha Flora.
Pelatihan Para Pihak Yang Berminat Tapi Sedang Tidak Ada Dana
Untuk kondisi ini Esha Flora berusaha untik mengakomodir dengan cara membuat pecahan paket pelatihan menjadi:
1. Pelatihan kultur jaringan khusus praktek saja 2 hari 3 juta
2. Pelatihan modul, setiap tahapannya saja, missal: pembuatan media saja, atau inisiasi saja, atau subkultur saja, atau aklimatisasi saja. selama 1 hari biaya 1,5 juta.
Dukungan Esha Flora Bagi Peserta pelatihan Esha Flora
1. Dalam rangka pengembangan laboratorium kultur jaringan dan pengembangan agribisnis berbasiskan kultur jaringan maka Esha Flora memiliki group WA yang berisi pihak-pihak ahli kultur jaringan, para pengusaha kultur jaringan , para pelaksana bioteknologi dan pertanian, parapeneliti bioteknologi dan kultur jaringan. Dengan tujuan agar para anggota dapat saling share, saling berbagi pengalaman dan dapat saling transaksi bisnis. Diharapkan kedepannya group WA Esha Flora ini dapat menginisiasi suatu kekuatan untuk memproduksi dan memberikan masukan pada pemerintah terkait kultur jaringan tanaman dan bioteknologi.
2. Selalu disampaikan bahwa semua anggota group WA adalah satu group dan perlu saling bantu dan saling tolong. Oleh sebab itu maka diharapkan masing-masing pihak dapat saling bantu dalam pelaksanaan agribisnis dan kemitraan dll.
3. Esha Flora juga berusaha membantu para peserta pelatihan dengan menyediakan berbagai jenis kultur jaringan tanaman yang saat ini sudah dikulturkan dan dikoleksi Esha Flora sebanyak 138 jenis tanaman, baik tanaman kehutanan, tanaman hias, tanaman obat, tanaman hortikultura dll.
4. Esha Flora berusaha menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan oleh anggota terkait bahan alat ataupun dukungan keilmuan dalam mengatasi berbagai permasalahan.
Karakteristik Agribisnis Berbasis Kultur Jaringan
Karakteristrik agribisnis berbasiskan kultur jaringan adalah
1. Memerlukan ketekunan dan kesabaran untuk merintis awal mulanya, karena membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 1 – 1, 5 tahun
2. Banyak permasalahan teknis dan non teknis yang dihadapi yang membuat usaha ini tidak mudah
3. Setiap pihak yang akan memulai pelaksanaan kultur jaringan haruslah melalui masa yang sulit dan merepotkan tersebut dalam waktu yang tidak sebentar, oleh sebab itulah tidak banyak juga pihak yang mau dan berhasil mewujudkannya. Tapi bila kita sendiri sudah memalaluinya maka usaha kita juga tidak akan mudah ditiru pihak lain karena tidak mudah. Telebih untuk jenis-jenis yang khas dan unik maka hanya pihak yang sudah menekuninya saja yang dapat melakukannya kecuali mereka mengajarkan pada pihak lain.
Banyak dari Alumni peserta Pelatihan kultur jaringan Esha Flora yang saat ini menjadi spesialis dalam kultur jaringan tertentu, seperti: Kultur Jaringan Jati Solomon, kultur jaringan sengon Solomon, kultur jaringan nanas, kultur jaringan pohon hutan, kultur jaringan sukulen, kultur jaringan anggrek, kultur jaringan aquascape, kultur jaringan gerbera, kultur jaringan pisang, kultur jaringan pule (Alstonia scolaris) Dan mereka sangat professional dan kompeten dalam bidangnya. Saya salut dengan mereka yang telah dengan tekun dan sabar mengatasi berbagai hambatan dan halangan
Cita-cita Besar Memerlukan Usaha Lintas Tahun
Cita-cita besar memerlukan usaha yang tidak sebentar dan tidak sedikit, akan banyak suka duka, luka dan sebagainya. Tapi kita harus mampu bertahan karena setelah itu kita akan menemui kebahagiaan dan mengecap hasil yang membahagiakan. Terkadang terasa hampa dan kosong, kehilangan arah, terasa runtuh yang sudah dirintis, tapi coba perhatikan langkah kita, menapaklah setapak demi setapak. Tidak perlu melihat tingginya gunung, tapi perhatikan langkah kita dengan baik setapak demi setapak agar kita tidak jatuh dan terluka. Mari jangan cepat dan mudah putus asa. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mewujudkan cita-cita besar kita. Mari kita sama-sama mewujudkan mimpi kita. Semoga menjadi suatu kenyataan yang bermanfaat dan diridhoi Allah SWT. Aamiin

09 April 2018

TOTIPOTENSI, MONOKOTIL, TITIK TUMBUH, BUNGA, ANAKAN TERKAIT KULTUR JARINGAN KURMA

Azizah Zahra - Monday, April 09, 2018
Oleh
Ir. Edhi Sandra MSi
Ir Hapsiati
Azizah Zahra S Hut
Pendahuluan
Setaip tumbuhan secara genetik mempunyai sifat “Totipotensi”, yaitu setiap sel dari suatu tumbuhan mengandung rangkaian gen yang lengkap, sehingga satu sel cukup untuk membentuk tumbuhan yang baru. Mengacu pada hal tersebut maka secara teoritis ilmiah maka setiap sel dari suatu tumbuhan seharusnya bisa dikulturkan.
Bahan eksplan yang paling mudah untuk dikulturkan adalah titik tumbuh, atau mata tunas. Pada tumbuhan monokotil, dalam hal ini kurma maka titik tumbuh hanya ada satu yaitu titik tumbuh apikal. Bila tunas apikal tersebut diambil sebagai bahan eksplan maka akan matilah tumbuhan tersebut. Padahal peluang keberhasilan di dalam menginisiasi adalah kisaran 0 – 10%. Jadi kalau kita ambil tunas apikal dari tanaman kurma dan diinisiasi maka peluang keberhasilan kalau hanya satu eksplan maka peluang adalah nol alias gagal, padahal harga tanaman sangat mahal. Bibit kultur jaringan kurma dari luar negeri harga kisaran sekitar Rp. 400.000.
Kenapa Titik Tumbuh
Titik tumbuh adalah primordial dari organ. Oleh sebab itulah maka titik tumbuh lebih mudah di rangsang untuk menumbuhkan organ, apakah tunas, akar ataupun bunga. Oleh sebab itulah maka bahan eksplan titik tumbuh menjadi prioritas di dalam penggunaan bahan eskplan. Dengan hanya memberikan formula hormone sitokinin yang optimal maka sudah cukup untuk menstimulir tumbuhnya tunas-tunas baru. Masalahnya adalah bahwa pada tanaman kurma mata tunas atau titik tumbuh hanya satu yaitu tunas apikal saja, sehingga tidak mungkin diambil sebagai bahan eksplan karena pasti tanamannya akan mati bila diambil mata tunas apikalnya. Disisi lain peluang keberhasilan di dalam inisiasi sangat kecil sehingga keberhasilan inisiasi titik tumbuh apikal juga sangat kecil, dan bila kemudian tanamannya mati maka hal ini sangat merugikan.
Bahan Eksplan Berupa Jaringan Tanaman
Sebenarnya dalam mengkulturkan tanaman kurma bisa dilakukan dengan menggunakan bahan eksplan berasal dari sel yang masih muda, sel yang belum mengalami penebalan dinding sel sehingga mudah membelah dan bermultiplikasi. Pada tanaman kurma sebenarnya bisa digunakan sel/jaringan akar muda, sel/jaringan tangkai daun muda, tangkai bunga muda. Masalahnya bahwa keberhasilan dengan menggunakan bahan eksplan seperti ini memerlukan tahapan yang cukup panjang, yaitu tahapan inisiasi, tahapan pembentukan kalus, tahapan pembentukan embrio somatik, tahapan pembentukan tunas, tahapan pembesaran tunas, tahapan perakaran dan aklimatisasi dan setiap tahapannya bukannya mudah tapi membutuhkan ujicoba.
Kurma Tanaman Monokotil
Karakteristik tanaman kurma sebagai tanaman monokotil, merupakan permasalahan dalam mendapatkan titik tumbuh sebagai bahan eksplan, akrena pada tanaman monokotil titik tumbuh apical saja yang bisa digunakan sebagai bahan eksplan dengan status bahan eksplan titik tumbuh (primordial organ) sehingga lebih mudah untuk ditumbuhkan dalam kultur jaringan.
Oleh sebab itulah maka strategi untuk mendapatkan titik tumbuh maka dengan pendekatan (dugaan bahwa titik tumbuh bunga dan titik tumbuh sunu/ anakan) dapat di usahakan untuk dapat distimulir sehingga dapat digunakan sebagai bahan eksplan atau sebagai stratgei perbanyakan tunas.
Titik Tumbuh Bunga
Titik tumbuh bunga pada tanaman kurma terletak pada titik tumbuh lateral, yaitu diketiak daun. Berarti bahwa di ketiak daun ada titik tumbuh yang dapat digunakan untuk tumbuhnya bunga, berarti secara teoritis ilmiah seharusnya titik tumbuh tersebut juga berpeluang/ berpotensi untuk dapat menumbuhkan tunas ataupun akar. Fenomena yang menarik adalah bahwa titik tumbuh lateral/ ketiak daun tidak pernah memunculkan tunas / pucuk tanaman, tapi untuk tumbuhnya bunga pada saat tanaman sudah sampai pada fase dewasa bisa tumbuh bunga. Dugaan bahwa titik tumbuh lateral ini secara teoritis ilmiah seharusnya juga dapat diberi perlakuan agar dapat tumbuh tunas. Hal inilah yang sedang dilakukan oleh Esha Flora dengan memberikan formula hormonal sitokinin (misalnya menggabungkan BAP, TDZ, 2 ip dan kinetin yang saling sinergi dengan kekuatan yang sangat tinggi (kekuatan yang sangat tinggi berdasar banyak kasus adalah dikisaran 80 -200 ppm) dan diberikan secara intensif ( misalnya 10 – 20 ml disetiap ketiak daunnya diberikan setiap hari pagi dan sore selama 10 hari) langsung pada titik tumbuh lateral. Formula gabungan yang sangat tinggi tersebut akan memaksa tanaman untuk merubah karakter morfologi, biologhis dan fisiolohisnya, tapi formula tersebut masih dalam taraf tidak merubah genetiknya.
Sunu / Anakan
Pada individu tanaman kurma hasil kultur jaringan seringkali ada yang menghasilkan anakan (sunu). Karakter menghasilkan anakan terbawa sifatnya dari dalam kultur jaringan yang biasa di stimuli dengan formula hormone tunas yang tinggi sehingga tanaman kurma menghasilkan sunu/. Anakan. Sifat mudah menghasilkan anakan pada tanaman kurma juga dapat dibuat dan distimulir dengan memberikan fornmula hormone seperti di atas, hanya diberikan perlakuannya pada pangkal batang tanaman kurma, apalagi bila sudah ada sununya maka akan lebih mudah untuk menstimulir tumbuhnya sunu baru.
Bila dugaan ini benar maka perbanyakan tanaman kurma dapat dilakukan dengan cara perbanyakan anakan yang distimulir tersebut
Permasalahan Tumbuhnya Tunas pada Tanaman Kurma
Karakter monokotil dan pertumbuhan tanaman kurma yang memang lambat diduga juga lamabta dalam merspon pengaruh hormonal yang diberikan. Seringkali kita tidak sabaran dalam memebrikan perlakuan hormone, setelah diberi perlakuan kita setiap hari mengamati untuk melihat ada atau tidaknya pertumbuhan tunas baru. Padahal sampai tumbuhnya tunas baru yang dapat terlihat oleh mata fisual, sebenarnya itu terjadi setelah tunas tersebut menumbujkan riguan bgakan jutaan sel. Jadi maksudnya kita harus bersabar setelah memberikan perlakuan hormone kemungkinan pengaruh pertunasan akan tumbuh setelah sebulan atau dua bulan berikutnya karena pengaruh hormone tersebut sebenarnya pada level sel sudah berpengaruh dan sel maupun jaringan sudah merespon tapi karena ukuran sel yang sangat kecil tidak terlihat oleh mata maka harus menunggu sampai tunas dapat terlihat oleh mata dan itu membutuhkan waktu.
Menstimulir Pembungaan Tanaman Kurma
Mempercepat pembungaan tanaman kurma. Berarti kita harus mempercepat proses pendewasaan tanaman. Tanaman dewasa terkait dengan sifat fisiologis dan biologis sel dan jaringan tanaman. Dan cadangan makanan yang terdapat daklam tanaman juga berpengaruh terhadap proses pembungaan. Tumbuhan dibagi dua fase yaitu fase vegetative dan fase generative. Fase generative akan terjadi bila vase fegetatifnya sudah mulai menurun aktivitasnya sehingga alokasi energy akan digunakan untuk masuk pada fase generatif ditambah dengan dorongan hormone pembungaan yang memadai untuk dapat memicu kearah pembungaan. Oleh sebab itulah maka pemberian perlakuan hormone pembungaan dengan konsentrasi dan kekuatan yang tinggi diduga mampu membuat tanaman “terpaksa masuk ke fase pembungaan”. Formula pembungaan dengan kekuatan dan konsentrasi tinggi dapat menggunakan gabungan hormone giberelin yang saling sinergi (gabungan GA3 dan GA4-7 dengan konsentrasi masing masing sekitar 80 -200 ppm), diberikan disekitar ketiak pangkal daun disekitar pucuk diberikan setiap hari pagi sore selama 10 hari dengan dosis sekitar 100 ml setiap perlakuan penyemprotan.
Penutup
Bila tanaman kurma sudah dapat berbunga atau bertunas maka hal ini juga dapat digunakan sebagai bahan eksplan untuk kultur kurma sehingga bahan eksplan yang digunakan dapat lebih banyaksehingga peluang keberhasilan menjadi lebih besar
Bogor, 8 April 2018

16 March 2018

Proyek Dadakan Kultur Jaringan

Azizah Zahra - Friday, March 16, 2018

Oleh
Ir. Edhi Sandra MSi
Ir Hapsiati
Azizah Zahra S Hut
Pendahuluan
Banyak pihak datang ke Esha Flora dengan maksud mengikuti pelatihan kultur jaringan tanaman. Dan ternyata maksud kedatangan mengikuti pelatihan kultur jariungan tanaman karena mendapat order /proyek pengadaan bibit kultur jaringan dalam jumlah puluhan ribu atau bahkan ratusan dan jutaan bibit kulutr jaringan tanaman.
Mereka bertanya bisa atau tidak mengkulturkan tanaman yang diminta (di order atau di proyekkan). Pertanyaan tersebut sebenarnya mengandung dua persepsi yang berbeda. Pertama: tanaman yang diorderkan bisa dikulturkan atau tidak. Jawabannya bahwa secara teoritis semua tanaman bisa dikulturkan, yang berbeda adalah tingkat kesulitannnya. Kedua adalah mampu tidak menyediakan sejumlah bibit kultur jaringan tanaman yang diminta dalam waktu proyek yang telah ditentukan. Dan biasanya waktu proyek adalah tahun berjalan dan biasanya proyek tersebut ke tangan penerima proyek umumnya waktu tersisa hanya tinggal 4 – 6 bulan.
Permasalahan Kultur Jaringan Tanaman dari Awal (Inisiasi)
Mengkulturkan sesuatu tanaman dari awal, yaitu dari inisiasi awal, memasukkan bahan eksplan dari luar laboratorium, dalam kondisi steril akan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan (dan belum tentu berhasil), baru inisiasi saja belum dihitung dengan kecepatan multiplikasi untuk dapat mencapai jumlah yang diinginkan. Kecepatan multiplikasi tergantung pada jumlah bahan eksplan steril yang berhasil diinisiasi. Oleh sebab itulah maka ketersediaan bahan indukan eksplan haruslah sangat banyak agar di dapat eksplan steril yang cukup banyak untuk bahan awal multiplikasi.
Kelangkaan Bahan Indukan Eskplan
Pada beberapa tanaman yang nilai jualnya sangat mahal maka ketersediaan bahan indukan eksplan menjadi sangat langka, hal ini menyulitkan untuk mengadakan bahan eksplan yang dapat diinisiasi. Keberadaan bahan indukan eksplan yang sangat terbatas berdampak pada ketersediaan bahan eksplan steril yang dihasilkan. Bahan eksplan steril yang dihasilkan sedikit maka kecepatan multiplikasi untuk dapat mencapai jumlah yang diinginkan menjadi semakin panjang, hal ini berdampak pada tidak tercapainya target jumlah bibit yang diminta pada waktu yang telah ditetapkan.
Order.proyek tersebut dimungkinkan untuk diterima dan dilaksanakan bila kita sudah siap dengan stok kultur steril dalam jumlah yang memadai, sehinggga waktu proyek yang sangat sempit hanya digunakan untuk satu kali multiplikasi, pembesaran dan aklimatisasi. Bahkan kalau bisa sudah ada stok aklimatisasi sehingga waktu yang ada akan lebih dimungkinkan lagi.
Strategi Pencapaian Target Proyek
Mengacu pada target proyek yang ada, dan harus berhasil maka disusunlah strategi untuk dapat mencapai target tersebut. Semua cara yang dapat dilakukan untuk dapat menutupi jumlah bibit tanaman yang diminta dilakukan. Mulai dari mencari bibit kultur jaringan yang telah siap dijual oleh berbagai pihak semua dikumpulkan dan djumlahkan. Disamping itu juga diususnlah rencana untuk mengkulturkan tanaman tersebut dari awal dengan “Program Kultur Jaringan Tanaman Super Kilat” hal ini berdampak pada eksploitasi SDM yang ada, pengadaan bahan indukan eksplan yang ada walaupun mahal tetap diadakan agar mencapai jumlah yang besar yang kemudian diberi perlakuan agar dapat menumbuhkan tunas-tunas baru dalam jumlah yang lebih banyak dan diberi perlakuan karantina untuk memperkecil peluang kontaminasi. Pada kondisi yang setengah dipaksakan ini akan menimbulkan biaya yang sangat besar, dank arena tergesa-gesa juga berpeluang SDM bekerja kurang teliti dan hati-hati sehingga perlu kontrol yang kuat dan penyelamatan kultur yang secepatnya setelah inisiasi
Pertimbangan Faktor Kegagalan
Dalam perencanaan strategi pencapaian jumlah bibit kultur jaringan tanaman yang diminta dalam waktu yang telah ditetapkan perlu mempertimbangkan factor kegagalan disetiap tahapannnya, karena bila tidak maka pencapaian jumlah bibit akhir tidak tercapai. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan agak sulit untuk dapat dipercepat adalah factor fisiologis dan biologis tanaman yang memang dalam kondisi dorman atau stress yang berdampak pada lambatnya metabolisme dan pertumbuhan. Oleh sebab itulah sebaiknya juga dicadangkan cadangan waktu sebagai pengaman untuk factor-faktor fisiolohis seperti ini.
Percepatan Perbanyakan Hasil Kultur Jaringan
Salah satu strategi untuk mempercepat pencapaian jumlah target bibit yang diminta maka dapat dilakukan strategi “Percepatan Perbanyakan Hasil Kultur Jaringan”, yaitu dengan metode multiplikasi pada saat aklimatisasi. Jadi saat aklimatisasi, kultur tidak hanya di aklimatisasi dan dibesarkan tapi juga diperbanyak, sehingga jumlah bibit hasil kultur jaringan akan bertambah banyak karena multiplikasi saat aklimatisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pada saat aklimatiasi diberi perlakuan hormone sitokinin dengan konsentrasi dan dosis tinggis sehingga bibit kultur akan bercabang atau merimbun dan kemudian di perbanyak di masukkan ke media aklimatisasi baru demikian seterusnya.
Kesimpulan
Bahwa pengadaan bibit kultur jaringan tanaman sebaiknya jangan terburu-buru. Bila proyek adalah tahun berjalan, maka sebaiknya bibit kultur jaringan harus sudah siap stok dalam kulturnya, dan tinggal dimultiplikasi , dibesarkan dan diaklimatisasi. Bila dipaksakan juga untuk menagkap peluang proyek kultur jaringan dari awal pada tahun berjalan akan membutuhkan curahan fikiran, energy, dana dan pengorbanan yang tidak sedikit dan hasilnya juga menjadi tidak baik karena pengadannya tidak memperhatikan kualitas yang baik.
Bogor, 26 Maret 2018

Variasi Somaklonal

Azizah Zahra - Friday, March 16, 2018


Oleh
Ir. Edhi Sandra MSi
Ir Hapsiati
Azizah Zahra S Hut
Pendahuluan
Terjadi di masyarakat tanaman hasil kultur jaringan tidak memberikan hasil yang 100% seragam, berkualitas. Seringkali terjadi, adanya penyimpangan pada beberapa individu. Misalnya adanya individu pisang kapok kuning yang hanya menghasilkan dua sisir dan buah pisangnya kerdil.
Demikian pula yang terjadi pada tanaman anggrek kulur jaringan memperlihatkan adanya variasi pada waktu berbunga, kualitas bunga dan juga kondisi tanaman, kenapa bisa terjadi perbedaanperbedaan seperti hal tersebut. Padahal perbanyakannya sudah menggunakan kultur jaringan. Bahan tanaman yang digunakan untuk perbanyakan (eksplan) berasal dari bagian vegetative dari induk unggulnya, harusnya bibit yang dihasilkan seragam.
Variasi Somaklonal
Dalam kulutr jaringan tanaman kejadian seperti diatas sangat dimungkinkan karena ada fenomena yang disebut dengan “Variasi somaklonal”. Variasi somaklonal adalah terjadinya variasi pada bibit hasil kultur jaringan yang diperbanyak dengan sistem cloning. Walaupun definisi cloning juga seringkali berbeda beda. Definisi cloning yang dimaksudkan dalam hal ini adalah perbanyakan tanaman dengan menggunakan metode embrio somatic, yaitu menumbuhkan “embrio” dari sel-sel somatic. Jadi setiap selnya berpeluang untuk menjadi individu baru.sehingga variasi yang terjadi pada setiap individu sel akan sangat besar, apalagi bila situasi dan kondisi saat perbanyakan terjadi perubahan-perubahan yang ekstrim.
Multiplikasi
Multiplikasi atau perbanyakan tanaman dalam kultur jaringan ada 2 metode yang pertama dengan stek mata tunas (titik tumbuh) dan yang kedua dengan metode embrio somatic. Perbedaan utama dalam kedua metode tersebut adalah bahwa metode yang pertama, perbanyakan dengan stek mata tunas maka bentuk kultur berupa “tanaman” yang kemudian diperbanyak untuk setiap mata tunasnya. Pada metode yang kedua, embrio somatic, maka bentuk kultur yang digunakan sebagai perbanyakan adalah kalus atau embrio somatic, plb langsung diarahkan ke embrio somatic, terutama pada umumnya adalah berupa “kalus dan embrio somatic”
Berdasarkan bahan kultur yang digunakan sebagai bahan perbanyakan maka bahan kultur yang berupa “tanaman” akan lebih stabil genetiknya” dibandingkan yang berupa “kalus atau embrio somatic”. Oleh sebab itulah maka perbanyakan dengan sistem stek mata tunas lebih stabil dibandingkan dengan menggunakan sistem embrio somatic.
Embrio Somatik
Istilah kultur jaringan yang sebenarnya adalah Embrio somatic, yaitu dengan mengkulturkan “jaringan/sekumpulan sel” kemudian diperbanyak dan menghasilkan sejumlah bibit yang seragam. Metode Embrio Somatik merupakan metode yang paling cepat dalam menghasilkan perbanyakan bibit kultur jaringan, dengan sistem shaker (dikocok dalam media cair, maka akan dihasilkan gumpalan kalus dan embrio somatic dalam jumlah besar, kemudian masing-masing ditumbuhkan menjadi tunas dan individu baru. Metode ini memang sangat berpeluang untuk terjadinya variasi somaklonal termasuk di dalamnya terjadinya mutasi. Memperkecil perluang terjadinya variasi somaklonal dan mutasi adalah dengan memperhatikan semua factor yang dapat menyebabkan terjadinya variasi somaklonal dan mutasi dikurangi sehinggga akan memperkecil peluang terjadinya variasi somaklonal dan mutasi.
Penggunaan metode embrio somatic merupakan solusi untuk perbanyakan tanaman monokotil yang saat ini sedang ramai dibincangkan orang yaitu berkaitan dengan kultur jaringan, Kelapa kopyor, Kurma, Aren dll. Masalahnya adalah untuk dapat sukses mengkulturkan tanaman monokotil tersebut dengan menggunakan metode embrio somatic memerlukan perjuangan yang tidak sedikit dan waktu yang cukup lama. Tantangan terbesar di dalam melakukan kultur jaringan ditahap awal saja sudah sangat sulit untuk diatasi yaitu masalah kontaminasi saat inisiasi, apalagi bila harga tanaman monokotil tersebut sangat mahal seperti kurma dan kelapa kopyor. Jadi ketersediaan bahan eksplan untuk uji coba sterilisasi dalam inisiasi menjadi sangat langka/sedikit, padahal keberhasilan dari kontaminasi pada saat inisiasi berdasarkan pengalaman hanya 0 – 10 %. Jadi sebenarnya bukannya sulit, bukanya tidak bisa tapi untuk kondisi saat ini masih berat menyediakan bahan eksplan yang banyak untuk ujicoba inisasi tanaman monokotil. Ketersediaan bahan eksplan yang banyak, keseriusan penelitian yang berkelanjutan, dan terus mengatasi setiap langkah penelitian maka saya yakin kita juga akan sampai pada sukses mengkulturkan kurma, kelapa dll. Tinggal kita mau mengusahakan semua terkondisi dan dimungkinkan untuk dilaksanakan.

Embrio Rescue
Metode yang sudah sukses dalam perbanyakan kelapa kopyor baru pada metode embrio rescue, yaitu suatu metode penyelamatan embrio kelapa kopyor yang ditumbuhkan dimedia kultur sehingga dapat tumbuh dengan baik menjadi individu dewasa. Masalhanya satu embrio hanya menjadi satu individu dewasa. Keberhasilan ini baru dapat dilakukan oleh beberapa pihak sehingga memberikan harga yang cukup tinggi berkisar dari 1 juta sampai 1,5 juta untuk satu bibitnya. Bagi para pengkultur seharusnya hal ini dapat dilakukan untuk dapat menyelamatankan embrio dan menumbuhkannnya menjadi individu dewasa, memang diperlukan ujicoba ditahap awal untuk setiap tahapan pembnesarannya dan diperlukan keuletan dan ketekunan yang panjang.
Dari embrio rescue ke embrio somatic sebenarnya merupakan tahapan lanjutan yang perlu dilakukan untuk dapat melakukan kultur jaringan kelapa kopyor. Bila hal ini berhasil maka dapat dihasilkan bibit kultur jaringan kelapa kopyor dalam jumlah besar. Oleh sebab itulah untuk dapat memperbesar peluang keberhasilan diperlukan strategi yang baik, tidak hanya sekedar kemampuan kompetensi di dalam mengkulturkan.
Strategi Memperbesar Peluang Keberhasilan Mengkulturkan Kurma, Kelapa, Aren dll
1. Siapkan dan kondisikan sedemikian rupa sehingga ketersediaan bahan eksplan tersedia banyak( bahkan kalau bisa sangat banyak)
2. Bahan eksplan yang sangat banyak tersebut diberi perlakuan pendahuluan sebelum dikulturkan yaitu dengan perlakuan karantina bahan indukan eksplan.
3. Siapkan semua perlengkapan yang dibuthkan baik peralatan dan bahan dan laboratorium yang baik.
4. Siapkan metode dan media kultur yang siap mengantisipasi masalah kontaminasi saat inisiasi.
5. Penyelamatan eksplan yang secepatnya sehari atau 2 hari setelah inisiasi sehingga pertumbuhan kontaminan belum membesar.
6. Permasalahan utamaumumnya disebabkan oleh kontaminasi sistemik, maka mengatasinya bisa dilakukan dengan ozoniser saat sterilisasi bahan eksplan, kedua pemberian zat antimikroba di media kultur dan penyelamatan eksplan dan ditanam kembali dimedia cair yang telah diberi antimikroba dan di shaker.
Kultur (stek) Mata Tunas
Kultur mata tunas adalah suatu metode mengkulturkan tanaman bahan eksplan yang digunakan adalah mata tunas. Mata tunas yang dimaksud dalam hal ini adalah titik tumbuh tanaman. Ada 2 titik tumbuh: 1. Titik tumbuh apical yaitu titik tumbuh yang ada diujung paling atas suatu tanaman. 2 Titik tumbuh lateral adalah titik tumbuh yang ada di ketiak daun atau titik tumbuh samping. Titik tumbuh ini adalah primordial atau calon dari organ, Organ apa yang akan tumbuh, apakah daun, bunga atau akar tergangung pada dominasi hormonan yang terjadi di dalam tumbuhan tersebut atau di daerah target tersebut. Oleh sebab itulah maka metode ini lebih stabil karena sudah ada setting genetic untuk membentuk organ sehingga tidak membuka peluang terjadinya variasi somaklonal.
Bukan berarti bahwa Kultur mata tunas tidak menyebabkan variasi somaklonal. Tetap kultur mata tunas juga berpeluang menghasilkan variasi somaklonal hal ini disebabkan dari terdapatnya variasi fisiologis dan biologis sel-sel yang dikulturkan, terkait dengan umur sel atau jaringan yang dikulturkan berulang-ulang. Keseragaman umur, fisiologis dan biologis sangat menentiukan keragaman variasi somaklonal yang dihasilkan. Oleh sebab itulah di dalam melakukan subkultur harus mempertimbangkan hal tersebut, kalau tidak maka variasi yang terjadi akan menjadi bertambah besar seiring subkultur yang dilakukan.
Sepanjang keseragaman umur, fisiologis dan biologis dapat dijaga maka jumah subkukltur yang dilakukan berapoapun tidak akan menjadi masalah. Demikian pula dalam hal cloning maka kita harus dapat menjaga keseragaman umur, fisiologis dan biologis dari sel-sel atau jaringan yang dikloning. Memang hal ini akan lebih sulit karena sel-sel tersebut tercanpur dalam media cair sehingga untuk menyeragamkan umur dapat dilakukan pengelompokan per botol kultur cair.
Mericlone
Salah satu cara untuk menghilanmgkan pengaruh umur, fisiologis dan biologi, dan benar-benar eskpresi gen dari tanaman tersebut yang diharapkan maka dapat dilakukan kultur meristem, yaitu suatu metode di dalam kultur jaringan yang menggunakan meristem sebagai eksplannya (berupa titik putih pada meristem, dan ukuran eksplan tidak lebih besar dari 0,5 mm), secuil ujung jarum, maka di harapkan bila berhasil akan menghasilkan kultur tanaman yang menggambarkan ekspresi gen dari tanaman tersebut dan bila diperbanyak disebut dengan “mericlone”. Perbanyak dengan mericlone inilah yang banyak diminta oleh berbagai pihak dari luar negeri terhadap bibit hasil kultur jaringan, karena hasil bibit perbanyakannya relative seragam, unggul dan viabilitas tinggi.
Bogor, 12 maret 2018

25 November 2017

Kehebatan Kultur Jaringan & Pelatihan Kultur Jaringan di Esha Flora

Azizah Zahra - Saturday, November 25, 2017


KEHEBATAN KULTUR JARINGAN
DAN
PELATIHAN KULTUR JARINGAN ESHA FLORA
Oleh
Ir Edhi Sandra MSi
Ir. Hapsiati
Azizah Zahra S. Hut


Pendahuluan

Esha Flora Plants and Tissue Culture adalah lembaga yang bergerak dalam bidang bioteknologi khususnya Kultur Jaringan Tanamann (Plant Tissue Culture).  Kultur Jaringan Tanaman adalah suatu teknologi budidaya tanaman di dalam botol kultur yang steril yang seluruh faktor yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman diberikan dengan baik dan kontinu. Formula media tumbuh yang lengkap, maupun kondisi lingkungan seperti sinar, kelembaban di dalam botol yang terjamin dan suhu.


Kultur Jaringan Tanaman di pakai untuk mewakili semua teknologi budidaya tanaman lainnya seperti : kultur meristem, kultur anther, kultur embrio, kuktur sel dll. Demikian pula metode dan teknologi yang menggunakan teknologi kultur jaringan sangat beragam, dan semua memerlukan kultur jaringan untuk dapat menumbuhkannya. Teknologi yang dilakukan dalam kultur jaringan ada yang bersifat sekedar perbanyakan tanaman, tanpa adanya perubahan genetic, maka dalam hal ini tidak ada perubahan genetic, semua seragam sesuai dengan tetuanya. Di sisi lain kultur jaringan bisa digunakan untuk sarana melakukan bioteknologi yang bersifat merekayasa genetika, seperti transfer gen, fusi protoplas, mutasi, poliploid, semua teknologi tersebut berdampak pada perubahan genetika suatu tanaman. Oleh sebab itu maka hasilnya masuk kategori GMO (Genetical Modified Organism). 

Berkaitan dengan itu maka kultur jaringan hanyalah sarana/ fasilitas/ kendaraan untuk melaksanakan suatu teknologi sehingga tidak dapat dikatakan bahwa kultur jaringan tidak baik atau tidak ramah lingkungan. Orang yang berkata seperti berarti dia tidak memahami mengenai kultur jaringan tanaman.



Persepsi Masyarakat Terhadap Kultur Jaringan Tanaman

Bioteknologi Kultur Jaringan Tanaman dianggap suatu teknologi yang sangat sulit, mahal dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Biasanya kultur jaringan hanya ada dan dapat dilakukan oleh perusahaan yang besar. Perguruan tinggi yang terkenal. Lembaga penelitian pemerintah. Dengan semua peralatan serba impor, dan fasilitas yang serbah ..” wah “  mewah dan sangat mahal. Biaya yang diperlukan untuk membuat suatu laboratorium kultur jaringan sampai ratusan juta bahkan milyar. Semua bahan-bahan di impor dari luar negeri. Dan yang dapat melakukan kultur jaringan hanyalah Ahli-ahli kultur jaringan Tanaman dan bioteknologi yang pulang dari luar negeri.

Semua hal tersebut memang merupakan fakta pada umumnya, dan memang kemampuan bioteknologi kultur jaringan juga sangat spektakuler. Tapi melihat semua hal di atas maka banyak pihak yang mengurungkan niat dan rencananya untuk dapat mengembangkan kultur jaringan tanaman.



Manfaat Kultur Jaringan Tanaman

1.      Hanya Membutuhkan Ruangan yang Relatif Kecil
Kemampuan teknologi kultur jaringan yang sedemikian spektakuler, sangat hebat mampu melakukan dan menghasilkan sesuatu yang sangat membantu dalam persaingan bisnis tanaman. Bioteknologi kultur jaringan mampu menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah besar, seragam, seratus persen berkualitas, dan tidak terbatas oleh iklim dan penghambat lingkungan lainnya. Kultur Jaringan dapat menghasilkan bibit unggul varitas baru dengan metode pemuliaan. Dapat menyimpan plasma nutfah (sumber daya genetic dalam botol kultur). Bisa mengkoleksi ribuan jenis kultur tanaman hanya dalam suatu ruangan yang tidak terlalu besar (sebagai gambaran ruangan 4 x 5 m, dapat menampung sekitar 50.000 kultur, apalagi bila di efisienkan dengan rak yang tembus pandang, penggunaan cermin pada dinding ruangan inkubasi kultur jaringan dan penggunaan lampu LED pita/sumbu maka dapat menampung 100.000 kultur.

2.      Mempercepat Pendewasaan atau Membuat Jouvenil Tanaman
Dengan Teknologi Pengaturan Fisiologis Sel/Jaringan Tanaman, maka kultur jaringan dapat membuat bibit kultur yang cepat berbunga dan berbuah dengan mempercepat proses pendewasaan sel dan jaringan kultur. Atau sebaliknya kultur tanaman yang tua bisa di buat jouvenil (remaja kembali) dan dapat meningkatkan viabilitas pertumbuhan tanaman seperti pertumbuhan tanaman dari biji.

3.      Membuat Tanaman Bebas Virus
Dengan menggunakan Teknologi Kultur Meristem maka dapat dihasilkan bibit tanaman bebas virus walaupun berasal dari tanaman yang terserang virus. Hal ini sangat penting terutama untuk jenis-jenis unggul yang terserang virus di lapang. Maka satu-satunya cara untuk membebaskan dari infeksi virus hanyalah dengan kultur meristem.

4.      Membuat Tanaman Raksasa (poliploid)
Dengan menggunakan Teknologi Poliploid di dalam kultur jaringan maka dapat dihasilkan bibit tanaman yang bersifat raksasa (poliploid), dengan demikian ukuran dan kualitasnya juga ikut berlipat. Dalam kasus ini tidak terjadi perubahan sususnan asam nukleat sehingga tidak merubah susunan gen, berarti bahwa tidak ada sifat gen baru yang dihasilkan, yang ada hanyalah penguatan sifat yang sudah ada. Bila awalnya adalah jenis unggul maka setelah di buat poliploid akan menjadi lebih unggul, tapi sebaliknya bila jelek maka hasilnya juga lebih jelek. Oleh sebab itulah tanaman yang akan dibuat poliploid haruslah jenis yang unggul.

5.      Membuat Tanaman Mini (ukuran kecil/kerdil)
Dengan Teknologi kultur anther (kultur polen) maka akan dihasilkan bibit tanaman yang bersifat hploid (1 n) dan berukuran kecil/kerdil). Dan dari metode ini juga dimungkinkan untuk menghasilkan bibit tanaman yang bersifat resesif unggul yang sebelumnya tidak pernah muncul bila tergabung dengan sifat dominan saat kondisi biasa. Sifat resesif unggul ini adalah sifat baru yang sebelumnya belum pernah muncul ke dunia ini. Sifat mini dan resesif unggul ini bisa dikuatkan dengan memberikna perlakuan teknologi poliploid sehingga sifat lebih kuat dan bersifat normal (2n) (secara genetic disebut homozigot), dan bisa dikuatkan lagi menjadi resesif raksasa dengan diberi perlakuan poliploid lagi.

6.      Memproduksi Bahan Obat Langsung Dari Dalam Botol Kultur
Dengan Teknologi Metabolit Sekunder maka dapat dibuat agar kultur tanaman tumbuh dengan biomasa besar dan menghasilkan bahan obat yang tinggi dengan memberikan perlakuan yang dapat merangsang terproduksinya bahan metabolit sekunder yang berkhasiat obat.

7.      Menidurkan Tanaman di Dalam Botol Kultur
Dengan Konservasi In vitro, menggunakan Teknologi Pertumbuhan Minimal, maka dapat dibuat agar tanaman tertidur di dalam botol sehingga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama yaitu tahunan sehingga kita dapat mengoleksi berbagai tanaman yang diinginkan. Bila diperlukan tinggal kita bangunkan dengan memindahkan ke media kultur yang dapat menumbuhkannya kembali

8.      Menghasilkan Variasi Genetik Yang Baru yang Belum Pernah Muncul
Dengan memanfaatkan Teknologi Variasi Somaklonal maka dapat dibuat sedemikian rupa sehingga variasi genetic yang ada pada jenis-jenis liar/ asli alam muncul / dibangunkan, sehingga sifat-sifat atau karakter yang belum ada sebelumhya dapat muncul. Dalam teknologi budidaya konfensional hal ini tidak dimungkinkan kecuali dengan hibridisasi.

9.      Menghasilkan Bibit Mutasi Unggul
Dengan menggunakan Teknologi Mutasi dalam Kultur Jaringan maka dapat dihasilkan varitas-varitas baru. Iradisai yang dilakukan dapat bermacam-macam yang terpenting adalah rangsangan yang dapat menyebabkan mutasi seperti bahan kimia ekstrim, bahan kimia logam, radisasi sinar, suhu tinggi, bahan obat keras, dll

10.  Menghasilkan Bibit Variagata
Dengan Teknologi variegate Dalam Kultur Jaringan maka dapat dihasilkan bibit kultur jaringan variegate, hal ini sangat menarik dan penting bagi para kolekstor tanaman varigata. Dengan demikian bila kita dapat melakukannya maka kita dapat mempunyai keunggulan dengan memiliki jenis varigata yang orang lain tidak punya.





Penerapan Teknologi Kultur Jaringan di Indonesia

Penerapan kultur jaringan di Indonesia masih sangat terbatas pada pihak tertentu, jenis tanaman tertentu dan pada umumnya belum tersebar di kalangan masyarakat luas. Kultur Jaringan hanyalah sarana penelitian bagi para peneliti di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Banyak hasil-hasil penelitian yang sudah dihasilkan tapi tidak tertransfer ke masyarakat luas dan tidak atau belum teraplikasi dalam bentuk industri yang dapat memberi manfaat untuk mendongkrak dan mengungkit kualitas dan produktivitas.

Perkembangan Bioteknologi kultur jaringan di Indonesia tertinggal sekitar 30 tahun dibanding dengan negara tetangga kita seperti Thailand dan Taiwan. Sebenarnya tertinggalnya Negara kita disebabkan hasil-hasil penelitian kultur jaringan tidak sampai ke masyarakat dan tidak diaplikasikan dalam bentuk industri real yang dapat mendukung budidaya dan agribisnis tanaman. Ada Wilayah Abu-Abu (Wilayah Tidak Bertuan) yang tidak atau belum tersentuh  baik oleh para peneliti maupun para pengusaha. Para peneliti menganggap bahwa aplikasi dan penerapan teknologi kultur jaringan bukanlah tugas mereka. Peneliti hanya sibuk meneliti sesuai dengan bidang profesinya dan menjawab permasalahan yang menarik bagi si peneliti tersebut. Di sisi lain para pengusaha juga menganggap bahwa hasil penelitian yang belum secara real memberikan pengaruh atau dampak yang menguntungkan maka dianggap tidak siap ataiu belum siap sehingga sangat mengandung resiko kegagalan. Para pengusaha lebih suka hal-hal yang jelas-jelas memberikan keuntungan yang pasti dan cepat, tidak ingin investasi lagi untuk penelitian terapan dari suatu teknologi baru yang belum jelas hasilnya.



Esha Flora Masuk Ke Wilayah Abu-Abu

Menyadari hal ini dan pentingnya ada pihak sukarelawan yang mau menangani hal ini agar ketertinggalan Indonesia dalam aplikasi kultur jaringan menjadi semakin jauh maka Esha Flora sejak tahun 1996 sudah mulai membangun laboratorium kultur jaringan di rumah sangat sederhana. Dengan tujuan agar Bioteknologi kultur jaringan dapat diaplikasikan di Indonesia yang sebagian besar penduduknya adalah para petani konvensional dengan kesejahteraan yang sangat terbatas. Oleh sebab itulah orientasi penerpan dan aplikasi kultur jaringan oleh Esha Flora adalah bagaimana “membumikan Teknologi Kultur Jaringan” agar dapat dilaksakan dengan kondisi yang sanga terbatas dan seadanya, dengan biaya yang relative murah dan sapa saja dapat melakukannya

Dengan berbekal pengetahuan dan pemahaman tentang kultur jaringan. Dengan melakukan modifikasi, kreativitas dan inovasi maka dilakukanlah usaha-usaha untuk membumikan kultur jaringan. Pada awalnya satu dua tahun mengalami kegagalan yang sangat parah, hamper semua kultur yang kami buat dalam kondisi sekala rumah tangga “sukses” seratus persen kontaminasi semua, tapi kami tidak berputus asa terus mencoba dan mencoba . Dan akhirnya kami menyadari hal-hal yang sebenarnya sederhana tapi sangat penting dan seringkali kita remehkan dan tidak menjadi perhatian kita.



Pengalaman kegagalan, pengalaman keberhasilan, percobaan-percobaan penelitian mahasiswa IPB dan lainnya serta trik dan tip yang kami lakukan, kami buat dalam bentuk paket yang kemudian kami susun dalam bentuk “Kurikulum Pelatihan KulturJaringan Esha Flora”.



COMING SOON !!!  Pelatihan Kuljar Bulan Desember 2017 tanggal 26-29 :))


Previous
Editor's Choice